Tags: Idul+Fitri,+Lebaran
Archive for the Diary Category
Direct Access
Posted in Diary with tags pindah rumah on 17 June 2008 by harisanto
Hello all, saat ini saya ada di Rijani View…. menikmati akses internet hotspot yang aduhaiiiiiii asikkkkkk….makan salad ma daging sapi panggang lada hitam ditemani dengan segelas es juice strowbery….. Jadi kepingin ya… he he he….
Sebenarnya aku cuman mo promosi kalo aku pindahkan semua isi di blog-ku ini ke http://has.web.id/ jadi semua-muanya akan berpindah ke host baru yang semoga bisa buat aku betah ngeblog dan tulis log dan tutor yang aku bisa ke sini. Thanks to wordpress.com sampai saat ini memberikan space dan bandwidth gratis. Sayang alamat ini di blog yang punya bandwidth di kantor, jadi gak bisa ngeblog plus keterbatasan di wordpress. So aku putuskan pindah host buat ngeblog. Tetap uptodate log ku yach…. :)
Sakit dan Gembira Seujung Rambut
Posted in Diary with tags Curhat on 6 May 2008 by harisantoBeberapa waktu lalu, seorang teman sms aku. Dia adalah teman sepenanggungan saat kuliah dulu. Dia kabarin aku Endah, teman kami waktu kuliah dulu sedang sakit parah di Rs Dr Kariadi Semarang. Dia menderita kangker rahim akud. aku terkejut banget…. lebih terkejut saat Endah cerita kalo dia udah 3 bulan mondok di sana. Ya Tuhan, aku bahkan gak tahu sama sekali akan hal itu. Endah yang notabane masih terhitung sepupuku apalagi juga teman kuliah dulu ada di kotaku dan dalam kondisi sakit yang sangat lama. Bukannya tak peduli, tetapi memang belum ada yang kabarin aku akan hal itu. Sedih melihat kondisi dia yang sangat berbeda dari dulu. Tampak pucat dan kurus. Rambut yang rontok dan nyaris tak bersisa adalah bayangan yang tak bisa hilang begitu saja.
Setelah beberapa waktu ngobrol baru aku tahu, kalo dia adalah salah satu korban Mal Praktek dari dokter dokter di kota Kudus, asalnya. Kondisi awal menurut ceritanya bermula saat setelah beberapa waktu melahirkan, Endah merasakan sakit pada bagian perut, dan didiagnosa varises pada kandungannya. Setelah 2 kali di periksa, dia di bawa ke RS Kudus untuk melakukan operasi varises pada perutnya. Setelah operasi, bukan kesembuhan yang didapat, ternyata malah pendarahan hebat yang didapat. Varises yang di kabarkan ternyata adalah kangker yang mondok di kandungannya. Segera dia di rujuk ke RS Dokter Kariadi Semarang untuk menjalani pengobatan kemoterapi dan penyembuhan luka bekas operasi yang terus mengucurkan darah segar. Selama 3 bulan setiap bergerak, pipis apalagi buang air besar yang keluar adalah darah segar yang mamancar hebat berdesakan untuk keluar. Transfusi darah telah banyak di lakukan, malah setengah bercanda dia bilang ke aku kalo darah yang ada di tubuhnya bukan miliknya lagi, tapi milik orang-orang yang berbaik hati menyumbangkan darahnya. Tak ada yang bisa aku lakukan untukmu teman, sumbangan darah gak mungkin, golongan darahku kan O sedangkan yang dibutuhkan adalah B. Keprihatinanku tidak sampai di situ saja, karena dia masih membutuhkan transfusi darah lagi. Aku hanya bisa mengandalkan teman-teman untuk menyumbangkan darahnya. Informasi ini saya sampaikan juga pada Blogger yang membaca tulisan ini, siapa tahu ada yang mempunyai darah dengan golongan B yang bersedia di donorkan beberapa tetes. Saya banyak berharap dari tim dokter yang menangani untuk bisa memberikan yang terbaik yang mereka bisa untuk menolong jiwa saudara-saudara kita yang ada di RS terutama Endah temanku. Ku harap masih bisa melihat senyumu lagi teman….. Maafkan aku yang tidak berdaya membantumu. Semoga Tuhan berbelas kasih untuk memberimu kesembuhan secepatnya dan aku yakin Tuhan sangat mendengar Doa Ku, Doamu dan Doa Teman-teman kita.
Maaf….
Posted in Diary with tags Curhat, Sorry on 3 May 2008 by harisanto
Maaf sekali lagi maaf kalo beberapa lama ini merasa diabaikan. Bukannya gak mau melongok atau say hellow, tapi apa daya, WordPress di block dari proxy kantor, so gak bisa lagi ngeblok. Boro-boro ngeblok, browsing ke WP aja gak bisa… he he he. Jadi kalo rumangsa gak diindahkan, tolong buang jauh2 perasaan itu yach… pleaseeee… Btw, aku akan berusaha untuk tetap ngeblok dengan akses terbatas… he he he Pingin tahu caranya? Tunggu publikasinya yach….
GreenPeace Di Semarang
Posted in Diary with tags GreenPeace, Lingkungan on 28 April 2008 by harisanto
Kemarin malam, saya jalan ke Gramedia Semarang. Sebenarnya saya hanya mengantar istri saya yang lagi ada meeting di Pesta Kebun Resto. Saya tertarik dengan beberapa pemuda yang mengenakan kaos hijau bertuliskan besar besar di punggungnya “www.greenpeace.or.id”. Ternyata mereka sedang melakukan kampanye ati pemanasan global dan perlindungan hutan di Semarang. “Dukungan masyarakat Semarang kami nantikan” begitu yang saya dengar. Saya ditawarin untuk mengisi formulir dukungan dan donasi yang besarnya tidak di tentukan emmmm tapi minimnya di tentukan walahhhhh…. Besar donasi minimum per hari adalah Rp. 1700,- yang di ambil tiap bulannya atau berkisar antara Rp. 50.000,- per bulan. Greenpeace akan mengkonfirmasi tagihan tiap bulannya yang akan dipotongkan dari kartu kredit atau didebit langsung dari rekening kita tiap bulannya dengan konfirmasi setiap bulannya. Sudah saatnya kita peduli dengan lingkungan dan Bumi kita yang indah ini. Saya pribadi sangat prihatin dengan perusakan lingkungan yang nota bane Indonesia adalah negara penghancur hutan tercepat di dunia nomer 3 di dunia. Negara kita sebagai penghasil efek rumah kaca yang sangat besar. Mungkin lewat donasi kita yang tak seberapa dapat mewakili aspirasi saya lewat GreenPeace Indonesia terhadap lingkungan dan paling tidak inilah yang bisa saya lakukan untuk Indonesia dan mungkin juga untuk bumi kita yang indah ini.
GREENPEACE bermula dari sekelompok kecil orang yang memutuskan untuk bersama-sama memprotes pengujian nuklir di Amchitka, lepas pantai bagian barat Alaska. Setelah itu mereka melanjutkankan untuk membentuk GREENPEACE dan kemudian melakukan kampanye dengan mengutamakan isu lingkungan. Salah satu prinsip dasar GREENPEACE adalah “bearing witness” – atau menjadi saksi dan merekam pengrusakan lingkungan. Prinsip aksi langsung ini bersama dengan konfrontasi damai merupakan patokan dari tiap kampanye GREENPEACE.
Greenpeace sudah banyak bekerja di banyak wilayah di Asia. Pekerjaan kami di wilayah ini termasuk menghentikan importasi limbah berbahaya, menentang pengiriman radioaktif, berkampanye melawan terhadap pembinasaan hutan, melobi pemerintah mengenai isu-isu energi berkelanjutan dan menyoroti bahaya limbah pembakaran. Seringkali bersama dengan kelompok-kelompok lokal lainnya, Greenpeace telah menggalang kampanye sukses di Filipina, Taiwan, India, dan Indonesia. Kami telah berkomitmen untuk mengembangkan keberadaan kami di Asia pada akhir tahun 80an dan awal 90an, dan Greenpeace membuka kantor pertamanya di Jepang (1989) dan kemudian di China (1997). Penjajakan awal juga dilakukan di Asia Tenggara dengan fokus utama pada Indonesia dan Filipina.
Asia Tenggara merupakan posisi kunci untuk menentukan keamanan lingkungan global. Selama 30 tahun terakhir, Greenpeace telah suskes berkampanye di negara-negara industri untuk mengurangi dan menghapuskan polusi dan degradasi lingkungan. Tetapi, usaha-usaha dan capaian ini dapat dengan mudah diputarbalikkan pada saat perusahaan-perusahaan multinasional tersebut tetap mengekspor teknologi kotor yang mengakibatkan penurunan dampak lingkungan di wilayah ini. Dengan demikian, setelah penjajakan bertahun-tahun dan berkampanye di negara-negara kunci, akhirnya Greenpeace berhasil membuka kantor di wilayah ini. Greenpeace Asia Tenggara sercara resmi didirikan pada tanggal 1 Maret, tahun 2000.
TransJogja Tungguin Dongggg
Posted in Diary with tags Artikel, Info, Informasi, Jalan-jalan on 15 March 2008 by harisanto
Beberapa waktu yang lalu aku sempat mampir ke Jogja beberapa hari. Kota yang sangat aku rindukan. Dah lama banget aku gak ke Jogja. Lama gak ke Malioboro, lama gak makan Ayam goreng lesehan, lama gak ke Mirota pokoknya kangen banget suasana Jogja. Dulu aku sering banget ke sana, sendiri atau bareng teman-teman kuliah. Mungkin malah sebulan bisa 2 kali yach touring ke Jogja. Emang aku sewaktu kuliah dulu seneng banget naek motor. Jadi kemana mana naek motor, Jalan ke kota kota laen.
Aku sempat kaget juga setelah nyampe di Jogja. Banyak pos pos kecil di sepanjang jalanan Jogja. Usut punya usut, ternyata itu adalah TransJogja. Transportasi alternatif masyarakat Jogja. Kepikiran mo nyobain, sore jam 5 pm, aku lari ke shelter terdekat. Hujan rintik-rintik gak ada pengaruhnya buatku untuk cobain TransJogja. Tarif tiket 3000 rupiah. Lucu juga kalo liat sistem pembayarannya. Bayar tiket, tiket dimasukkan ke pintu buat buka pintu shelternya, tiket balik lagi ke petugas tiket. Yang jadi lucu tuh semua dilakukan petugas tiketnya… wak ka ka ka ka… bener-bener pelayanan sempurna he he he he.
Ternyata penikmat penikmat TransJogja bukan cuma aku saat itu, Sepasang kekasih duduk di pojok, saling towel dan becanda mesra… duhhhhh!!! di sisi yang laen, kontras banget, ada Bapak bapak yang berkerudung sarung duduk meringkuk, kayaknya kedinginan deh.. he he he he.. dah siap siap bawa sarung segala. Setelah puas muter muter benti di mal malioboro, makan McD dan balik lagi ke shelter, pulang ke hotel. Besok pulang ke Semarang dah nyobain TransJogja yang terkenal itu… ke ke ke ke… Bravo TransJogja!!!
Informasi Tiket
1.TIKET SINGLE TRIP
- Tiket sebesar Rp. 3.000,00 untuk setiap perjalanan.
- Penumpang membeli tiket Single Trip di semua lokasi halte
- Penumpang menerima tiket Single Trip dan tiket siap digunakan
2.TIKET REGULER UMUM
- Tiket sebesar Rp. 2.700,00 untuk setiap perjalanan.
- Penumpang membeli tiket Regular di halte bertanda POS/Card Center (Dinas Perhubungan Prov. DIY)
- Penumpang menerima tiket Regular sesuai nominal yang dibeli dan siap digunakan
- Pilihan nominal pulsa/isi ulang Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah), Rp 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah), Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), dan Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)
3.TIKET REGULER PELAJAR
- Tiket sebesar Rp. 2.000,00 untuk setiap perjalanan.
- Pelajar mendaftar secara kolektif di sekolah
- Pihak sekolah menghubungi Dinas Perhubungan Provinsi DIY dan petugas akan datang ke sekolah
- Petugas menyerahkan tiket di sekolah dan tiket siap digunakan
- Kartu tiket perdana bernilai Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah)
- Pilihan isi ulang pulsa Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah), Rp 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah), Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), dan Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)
Rute trayek bis Trans Jogja
Trayek 1A : Terminal Prambanan – Bandara Adisucipto – Stasiun Tugu – Malioboro – JEC
Terminal Prambanan – S5. Kalasan – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Janti (bawah) – S3. UIN Kalijaga – S4. Demangan – S4. Gramedia – S4. Tugu – Stasiun Tugu – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S4. Gondomanan – S4. Pasar Sentul – S4. SGM – Gembira Loka – S4. Babadan Gedongkuning – JEC – S4. Blok O – Janti (atas) – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S5. Kalasan – Terminal Prambanan.
Trayek 1B : Terminal Prambanan – Bandara Adisucipto – JEC – Kantor Pos Besar – Pingit – UGM
Terminal Prambanan – S5. Kalasan – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Janti (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC – S4. Babadan Gedongkuning – Gembira Loka – S4. SGM – S4. Pasar Sentul – S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS.PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Gramedia – Bundaran UGM – S3. Colombo – S4. Demangan – S3. UIN Sunan Kalijaga – Janti – S3. Maguwoharjo – Bandra Adisucipto – S5. Kalasan – Terminal Prambanan.
Trayek 2A : Terminal Jombor – Malioboro – Basen – Kridosono – UGM – Terminal Condong Catur
Terminal Jombor – S4. Monjali – S4. Tugu – Stasiun Tugu – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S4. Gondomanan – S4. Jokteng Wetan – S4. Tungkak – S4. Gambiran – S3 . Basen – S4. Rejowinangun – S4. Babadan Gedongkuning – Gembira Loka – S4. SGM – S3. Cendana – S4. Mandala Krida – S4. Gayam – Flyover Lempuyangan – Kridosono – S4. Duta Wacana – S4. Galeria – S4. Gramedia – Bunderan UGM – S3. Colombo – Terminal Condongcatur – S4. Kentungan – S4. Monjali – Terminal Jombor.
Trayek 2B : Terminal Jombor – Termina Condongcatur – UGM – Kridosono – Basen – Kantor Pos Besar – Wirobrajan – Pingit
Terminal Jombor – S4. Monjali – S4. Kentungan – Terminal Condong Catur – S3. Colombo – Bundaran UGM – S4. Gramedia – Kridosono – S4. Duta Wacana – Fly-over Lempuyangan – S4. Gayam – S4. Mandala Krida – S3. Cendana – S4. SGM – Gembiraloka- S4. Babadan Gedongkuning – S4. Rejowinangun – S3. Basen – S4.Tungkak – S4. Joktengwetan – S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS PKU Muhammadiyah – S4. Ngabean – S4. Wirobrajan – S3. BPK – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Monjali – Terminal Jombor.
Trayek 3A : Terminal Giwangan – Kotagede – Bandara Adisucipto – Ringroad Utara – MM UGM – Pingit – Malioboro – Jokteng Kulon
Terminal Giwangan – S4. Tegalgendu – S3. HS-Silver – Jl. Nyi Pembayun – S3. Pegadaian Kotagede – S3. Basen – S4. Rejowinangun – S4. Babadan Gedongkuning – JEC – S4. Blok O – Janti (lewat atas) – S3. Janti – S3. Maguwoharjo – Bandara ADISUCIPTO – S3. Maguwoharjo – Ringroad Utara – Terminal Condongcatur – S4. Kentungan – S4. MM UGM – S4. MirotaKampus – S3. Gondolayu – S4. Tugu – S4. Pingit – Bundaran SAMSAT – S4. Badran – S3. PasarKembang – Stasiun TUGU – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS PKU Muhammadiyah – S4. Ngabean – S4. Jokteng Kulon – S4. Plengkung Gading – S4. Jokteng Wetan – S4. Tungkak – S4.Wirosaban – S4. Tegalgendu – Terminal Giwangan.
Trayek 3B : Terminal Giwangan – Jokteng Kulon – Pingit – MM UGM – Ring Road Utara – Bandara Adisuciptp – Kotagede
Terminal Giwangan – S4. Tegalgendu – S4. Wirosaban – S4. Tungkak – S4.Jokteng Wetan – S4. Plengkung Gading – S4. JoktengKulon – S4. Ngabean – S3. RS PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S3. Gondolayu – S4. Mirota Kampus – S4. MM UGM – S4. Kentungan – Terminal Condong Catur – Ringroad Utara – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – JANTI (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC – S4. Babadan Gedongkuning – S4. Rejowinangun – S3. Basen – S3. Pegadaian Kotagede – Jl.Nyi Pembayun – S3. HS-Silver – S4. Tegalgendu – Terminal Giwangan.
B’Day
Posted in Diary with tags B'Day on 4 March 2008 by harisanto
Happy B’Day To me …. wa ka ka ka ka… gak kerasa dah tambah tua euy… 30 Tahun aku dah di berikan kenikmatan hidup, semoga tahun ini Allah melimpahkan rahmat dan memberikan Hidayah Nya lebih padaku.
Wah, sepertinya Lies lupa hari ini My B’day… ihik ihik, mana dia lagi di Jakarta lagi, sebulan lagi… waaaaa lama amir yaaa….. Nayla juga diajak, jadi gak ada alasan beli kue dan terpaksa makan sendiri… Mo kemana yach… emmmm tau ah, nanti pikir lagi. Temen temen pada inget, tadi pagi pada ngasi selamat… seneng sih.. Thanks all… You all the best lah pokoknya…. Oh ya, mbak rina kasih hadiah kacang kapri, beli di Rutinah kali… he he he he Btw… Thanks banget mbak Rina….
Alahhhhhhhh semangat lah pokoknya..!!!
Nightmare Semarang-Jakarta
Posted in Diary with tags jalan buruk, Jalan-jalan, Pantura on 3 March 2008 by harisanto
Hari Jum’at akhirnya aku putuskan untuk ikut ke Jakarta. Aku yang pertama nyetir si Pepen panther andalanku untuk melaju ke Jakarta dengan beban 4 Orang dan barang bawaan yang sarat tetapi gak begitu berat untuk cabut ke Jakarta. Banyak rumor yang aku dengar tentang jalan Pantura yang menghubungkan Semarang-Jakarta. Jalanan yang jelek, banjir dan gelap udah terbaca di depan mata. Banyak skenario di kepalaku yang telah aku susun sedemikian rupa untuk menghindari jalanan dengan kondisi yang demikian. Pepen benar-benar aku persiapkan dengan baik.Jam 8.30 malam, Kami berangkat. Hujan rintik dan angin tak begitu kencang, malah waktu pulang yang kenceng. Dari lokasi Tugu Semarang jalanan memang udah sangat buruk. jalan terpecah dan hancur di sana sini. Tapi untunglah cuman 5-10 meter. Setelah melewati kendal, jalanan luarbiasa buruk. Lubang lebar dan dalam telah siap memakan roda mobilku. Wooooouuuuuu!!!!! Saya yakin, kecepatan rata-rata kami adalah 40-60 Km/Jam saja kurang lebihnya.
Lelah, bukan karena perjalanan yang panjang, tetapi lebih pada konsentrasi penuh pada jalanan yang gelap dan lubang yang dalam. 2 kali istirahat di Tegal tepatnya Pom Bensin yang terkenal bersih “Pom Bensin MURI” di jalan Jl. Mayjen Soetoyo,Tegal. Pom bensin “Gila” bersih dan lengkap, mana Baby support lagi… wah wah wahhhhh… WC nya, bersih dan wangi. cukup donasi 1000 rupiah aja…
Sampai depok jam 11.30 siang. Panas, capek, ngantuk…. ya istirahat lah….
Minggu siang aku pulang ke Semarang jam 1.00 setelah Shalat Dhuhur. Setelah muter gak karuan, kita salah masuk Tol. Seharusnya kita nyebrang jalan ke kanan malah ke kiri masuk Tol jurusan Jakarta Selatan. Jadi deh kita jalan jalan ke Jakarta Selatan. Ketemu pintu keluar, kita keluar Tol dan masuk ke daerah apa gak tahu. Beli rokok trus nanya-nanya, jalan ketemu perempatan belok kanan. Ketemu pintu Tol Masuk lurus aja sampai mentok keluar Tol. Bayar total cuma 6000 + 8000 rupiah aja. Cukup murah untuk jalanan sepanjang itu. Pepen ku geber 100 – 110 Km/Jam stabil. 3/4 Jam, kami keluar Tol dan Masuk kembali jalan yang gak banget!!!!!
Ternyata gak seburuk yang kami kira, Jalan Pantura Jakarta-Semarang masih lebih baik. Lubang jalan kisaran 30:100 dengan jalan kembaranya Semarang-Jakarta. Mobil bisa kami geber sampai 80 Km/Jam rata-rata dengan kondisi demikian, beda banget saat berangkat ke Jakarta.
Kami sempat mampir ke warung nasi Jamblang yang terkenal itu. Total aku dan adikku makan cuman 11.000 rupiah aja dengan komposisi Nasi 4 bungkus, telur dadar 2 biji, teh gratis, mendoan 3 biji, paru 1 biji plus pipis 2 kali… he he he mumpung ada toilet-nya…
Setelah mapir lagi di Pom bensin Muri sekitar 3/4 jam untuk istirahat, Sholat dan isi solar, kami berangkat lagi. Komdisi jalan tidak lebih baek dari sebelumnya. Dengan kondisi demikian, kami sampai di Ungaran jam 1.30 malam. Yah sudah, cuci kaki trus bobo…. besoknya kerja ama nulis blog… he he he
Benarkah Jalan Rusak Akibat Tonase Berlebih?
Menteri Pekerjaaan Umum Djoko Kirmanto yang menyulut sebuah pernyataan keras bahwa jalan nasional tidak akan pernah bagus jika beban muatan barang tak terkendali.Tudingan itu bukan tanpa alasan sebab Departemen Pekerjaan Umum sendiri sudah melakukan survei tahun lalu tentang penyebab kerusakan jalan di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) dan Jalur Lintas Timur Sumatera (Jalintim).
Hasilnya, ditemukan bahwa kelebihan muatan mengurangi umur ekonomis pemakaian jalan yakni untuk jalan Pantura umurnya tinggal 1,5 – 2 tahun dari yang seharusnya 10 tahun. Adapun jalan di Jalintim sudah rusak setelah empat tahun digunakan.
Dengan kondisi itu, hampir bisa dipastikan, kondisi kerusakan jalan, terutama jalan nasional di setiap propinsi di Indonesia bisa dikatakan hampir merata. Departemen Pekerjaan Umum memperkirakan diperlukan dana sedikitnya Rp10 triliun.
Contoh jalan rusak yang bisa dikemukakan, seperti disiarkan berkali-kali stasiun televisi swasta antara lain di jalur lintas timur Sumatera, Pantura Jawa Tengah dan Jawa Barat, Lampung dan daerah lainnya. Bahkan untuk di lintas Sumatera, dari total panjang 2.508 km, 1.400 km diantaranya rusak berat.
Masalah serupa terjadi di jalur Trans Sulawesi. Sebagian besar dari 850 km ruas jalan Trans Sulawesi rusak. Di ruas Mamuju-Pasangkayu, Sulawesi Barat, jalur sepanjang 280 km dipenuhi lumpur seperti kubangan kerbau.
Persoalannya kini, mengapa kerusakan jalan nasional sepertinya tidak pernah selesai setiap tahun? Betulkah, kerusakan itu karena hanya satu faktor tunggal seperti kelebihan muatan yang diijinkan (tonase)?
Dephub sebagai regulator awalnya bersikukuh, jika tonase langsung diturunkan menjadi nol persen dalam waktu dekat ini, maka dampaknya akan luar biasa.
Tanpa bermaksud melindungi praktik yang sudah menjadi rahasia selama ini, yakni hampir 90 persen kendaraan truk dan barang yang melintas di seluruh jalan nasional melanggar ketentuan dan lolos dari setiap jembatan timbang yang dilaluinya, Dephub tampaknya mencoba berpikir jernih dan konsisten dengan tahapan yang sudah disepakati dengan pihak terkait.
Dalam hal tonase, yang awalnya 90 persen, secara bertahap akan diturunkan menjadi nol persen pada akhir tahun depan. Saat ini, baru 60 persen.Namun, dengan “gertakan” dari Departemen Pekerjaan Umum tersebut, akhirnya dalam waktu kilat mengubah kebijakannya menjadi nol persen hingga akhir tahun ini yang dimulai dengan evaluasi pada Maret ini menjadi sekitar 50 persen.
Jadi dengan sabar mari kita lihat dan rasakan hasilnya akhir tahun nanti… Pisss!!







